Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3
* Penggatur Penghisap Asap Ruangan dengan Menggunakan Sensor Asap
* Indikator Mejikon Menggunakan Display LCD Penampakan dalam Persen Kematangan
* Ruangan Simulasi Tembak dengan Menggunakan Sensor Laser Pointer dan Webcam
* Pot Bunga Otomatis dengan Menggunakan Sensor Kelembaban dan Sensor Suhu
* Pintu Otomatis dengan Menggunakan Sensor PIR dan Cam Scaning
* Penyiram Taman Otomatis Berdasarkan Suhu dan Kelembaban Tanah
* Simulasi Mesin Pemahat Kayu dengan Menggunakan HMI (Lab View, Wonderware Intouch, WinCC Flexible, I-FIX dari GE Fanuc dan masih banyak lagi software HMI yang dapat digunakan).
* Prototipe Pendingin Turbin dengan Menggunakan Sensor Suhu
* 3D Display Menggunakan Konsep Tube Led
* Simulasi Ruangan Kedap Air dan Anti Ledakan untuk Pesawat dengan Tabung Oksigen Menggunakan Sistem (Scada/Sismin/PLC)
* Paralel Remot Control TV ke Alat Elektronik Lain
* Gerbang Otomatis dengan Menggunakan Identitas Suara
* Penggatur Lampu Ruangan Berdasarkan Cahaya Masuk dari Luar
* Meteran Topologi Pemetaan Struktru pada Pertambangan dengan Menggunakan Sensor Laser Point
* Monitoring genset online via android
* Aplikasi Offline DTS (Dispatcher Training Simulator).
* Sistem Kendali Motor 3 Fasa dan Monitoring Cos Phi real time
* Simulator Teleproteksi Sistem Tenaga Listrik
* Transmisi Jaringan Tenaga Listrik NirKabel
* Sistem Kendali Keserempakan Pemutus (Bus Insulator) Pada Gardu Induk
* Monitoring Loses SUTT via Mobile
* Software Konversi Protokol Komunikasi Sistem SCADA.
* Simulator Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi
* Konsep HVDC (High Voltage Direct Curren) Pada Sistem Pembangkit Tenaga Listrik
* Energy Management System Untuk Optimalisasi Proses Transmisi Sistem Tenaga Listrik
* Gembok Digital Menggunakan Keypad 4x4, dilengkapi Tx GPS untuk Pemposisian Lokasi
* Kode Cracker Smarphone dengan Counting Number Menggunakan Teensy Serial Data USB
* Auto Ticket Check Using Bar Code Detector With Conveyor For Flight Ticket
* Online Mobile Monitoring System for Full Building Light
* Online Hotel Windows Monitoring and Peoples Detector Near Window Using PIR for Safety
* Presser Detector for Gas Filling
* Kotak Sampah dengan Otomatis Pemadatan dan Filter Air Limbah Sampah dilengkapi Peredam Bau
* Equalizer Audio dengar Bar Tembaga untuk Tampilan Gerak Gelombang Berdasakan Tinggi Rendah Frekuensi
* Pelang Parkir Otomatis Menggunakan Tiket dengan Pencatatan Keluar Masuk Kendaran dalam Hitungan Per-24 jam
* Mesin Penetas Telor Dengan Menggunakan Sensor Suhu dengan Pembalik Otomatis Dilengkapi  Pengatur Panas
*
*
*



Dalam Ide-Ide desain, kami penulis ingin berbagi ide-ide dalam perancangan dibidang elektronika, ide-ide ini juga banyak yang telah dibuat dan juga ada yang masih dalam pengembangan. kami penulis juga akan selalu menambahkan ide-ide yang kami temukan atau yang pembaca miliki.

jika pembaca memiliki ide-ide atau perancangan yang dapat kami lampirkan diharapkan untuk memposting dalam kolom komentar.

Semoga ide ini bisa menjadi acuan dalam mendesain suatu prodak baik komersial atau pribadi.

Komunikasi antar Mikro dengan menggunakan serial data sehingga antar mikrokontroller memiliki komunikasi yang bershinambungan dan saling memiliki keterkaitan, dalam serial slave-master minimal dua mikrokontroller terhubung, maksimal tak terhingga selama masih terjadinya komunikasi antar mikrokontroller. Dalam komunikasi slave-master digunnakan serial Komunikasi, serial merupakan komunikasi data dengan pengiriman data secara satu per satu berurutan dimulai dari LSB (Least Significant Bit) sampai dengan MSB (Most Significant Bit), dengan menggunakan satu jalur kabel data dalam satu waktu.
                                      Iustrasi komunikasi serial
Pengiriman data secara serial terbagi menjadi dua modus transmisi yaitu modus Asinkron dan modus Sinkron.
1.  Modus Asinkron
Komunikasi data serial asinkron (UART) atau biasa disebut sebagai Start Stop Transmission karena pada sistem ini digunakan start bit sebagai alat untuk mensinkronisasikan clock antara transmitter dan receiver .  Data yang akan dikirim berupa kumpulan bit per bit dalam 1 paket karakter dengan jarak antara paket karakter yang satu dan lainnya adalah tidak tentu. Pada awal tiap paket, ditambahkan sebuah start bit sedangkan pada akhir karakter tersebut harus di tambahkan satu atau dua stop bit. Pihak penerima akan dapat mengenal karakter tersebut berdasarkan referensi start bit yang selalu merupakan space. Dalam keadaan idle (tidak melakukan apa-apa), pihak pengirim selalu akan mengirim sinyal pengenal yang konstan yang dikenal dengan nama MARK HOLD. 
                                ilustrasi pengiriman paket data serial asinkron

Transmisi serial asinkron memiliki kecepatan data yang bervariasi, olehkarena itu membutuhkan protokol/parameter-parameter yang harus dimengerti oleh peralatan yang ingin berkomunikasi. Parameter itu adalah:
a.    Jumlah bit tiap karakter adalah 5 sampai 8 bit.
b.   Parity bit yang digunakan untuk mendeteksi kesalahan (error) yang berbentuk odd (ganjil), even (genap) atau tanpa parity (no parity).
c.    Jumlah stop bit (1 bit, 1,5 bit, atau 2 bit) dan 1 start bit.
d.   Baud rate atau kecepatan data (bps).
 
2. Modus Sinkron
Mode sinkron merupakan mode komunikasi yang pengiriman tiap bit data dilakukan dengan menggunakan sinkronisasi clock. Pada saat transmitter hendak mengirimkan data, harus disertai clock untuk sinkronisasi antara transmitter dengan receiver.(Wie.2009). pihak pengirim akan mengirimkan karakter unik yang dikenal sebagai sync characters, biasanya berupa kode ASCII 16h. Setelah pihak penerima menerima karakter ini, clock penerima dengan clock pengirim akan disamakan. 
                                 ilustrasi paket data dari serial sinkron.



 STX (start of text) dan ETX (end of text) digunakan untuk memberikan tanda awal dan akhir dari data yang akan dikirimkan. BCC (block check character) digunakan untuk mendeteksi kesalahan dari data yang dikirm.Pengiriman setiap data selalu disertai pemberian sinyal clock, artinya suatu nilai (logika 1 ataupun 0) tidak akan dianggap suatu data jika belum diberikan sinyal clock. Oleh sebab itu pada komunikasi serial sinkron harus ada Master dan Slave, yaitu Master sebagai pemberi clock dan Slave sebagai penerima clock. Pada komunikasi serial sinkron yang diberikan adalah data terlebih dahulu kemudian disertai clock, Hal ini dilakukan agar data yang diterima valid dan tidak error.

  Model Komunikasi
Dalam komunikasi data, arah aliran data dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu simpex, half duplex, dan full duplex.
1.      Simplex
Mode Simplex adalah salah satu bentuk komunikasi antara dua belah pihak, di mana sinyal-sinyal dikirim secara satu arah seperti yang ditunjukan pada gambar .Transmisi secara simplex terjadi di dalam beberapa teknologi komunikasi, seperti siaran televisi atau siaran radio. (Wikipedia.2010).


2.      Half Duplex
Half-duplex merupakan sebuah mode komunikasi di mana data dapat ditransmisikan atau diterima secara dua arah tapi tidak dapat secara bersama-sama. Contoh paling sederhana adalah walkie-talkie.


3.      Full Duplex
Full duplex merupakan sebuah mode komunikasi dimana data dapat di transmisikan atau diterima secara dua arah pada waktu yang sama, dan umumnya membutuhkan dua jalur komunikasi.


USART (Universal Synchronous and Asynchronous Serial Receiver and Transmitter) merupakan salah fitur yang telah disediakan mikrokontroler  untuk berkomunikasi secara serial antara mikrokontroler atau dengan periferal lain seperti komputer, GPS, dan lain-lain . Komunikasi dengan menggunakan USART dapat dilakukan dengan dua cara yaitu modus asinkron dan modus sinkron.
1.      USART asinkron
Pada USART asinkron, komunikasi hanya membutuhkan dua jalur interface Rx (penerima) dan Tx (pengirim), tanpa menggunakan clock Master-Slave dikarena memiliki baudrate yang standar dan umum, serta fullduplex. Jika digunakan untuk komunikasi banyak perangkat maka setiap perangkat (Slave) diberikan alamat unik sendiri (unique Address) dengan protokol tertentu yang ditentukan secara program oleh programmer.

2.      USART Sinkron
Pada USART AVR mode sinkron, komunikasi data dan clock telah diatur secara internal oleh AVR. Komunikasi USART mode Sinkron pada AVR, RxD dan TxD  berfungsi sebagai pemberi dan penerima data sedangkan XCK sebagai pembangkit Clock-nya. Beberapa hal mengenai USART mode serial sinkron pada AVR, antara lain:
 ·         Sebagai Master atau sebagai Slave.
·      Nilai Clock kristal (XTALL) antara master dan slave minimal sama dan jika tidak sama maka Clock kristal Slave harus lebih cepat dari Master agar Slave bisa mengikuti Clock Master.
·         Format komunikasi data.
·         Saat IDLE logika pada RxD dan TxD haruslah berlogika 1 (High).

ATMega328 adalah mikrokontroller keluaran dari atmel yang mempunyai arsitektur RISC (Reduce Instruction Set Computer) yang dimana setiap proses eksekusi data lebih cepat dari pada arsitektur CISC (Completed Instruction Set Computer).
ATMega328 memiliki beberapa fitur antara lain :
1. 130 macam instruksi yang hampir semuanya dieksekusi dalam satu siklus clock.
2. 32 x 8-bit register serba guna.
3. Kecepatan mencapai 16 MIPS dengan clock 16 MHz.
4. 32 KB Flash memory dan pada arduino memiliki bootloader yang menggunakan 2 KB dari flash memori sebagai bootloader.
5. Memiliki EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) sebesar 1KB sebagai tempat penyimpanan data semi permanent karena EEPROM tetap dapat menyimpan data meskipun catu daya dimatikan.
6. Memiliki SRAM (Static Random Access Memory) sebesar 2KB.
7. Memiliki pin I/O digital sebanyak 14 pin 6 diantaranya PWM (Pulse Width Modulation) output.
8. Master / Slave SPI Serial interface.
Mikrokontroller ATmega 328 memiliki arsitektur Harvard, yaitu memisahkan memori untuk kode program dan memori untuk data sehingga dapat memaksimalkan kerja dan parallelism. Instruksi – instruksi dalam memori program dieksekusi dalam satu alur tunggal, dimana pada saat satu instruksi dikerjakan instruksi berikutnya sudah diambil dari memori program.
Konsep inilah yang memungkinkan instruksi – instruksi dapat dieksekusi dalam setiap satu siklus clock. 32 x 8-bit register serba guna digunakan untuk mendukung operasi pada ALU (Arithmatic Logic unit) yang dapat dilakukan dalam satu siklus. 6 dari register serbaguna ini dapat digunakan sebagai 3 buah register pointer 16-bit pada mode pengalamatan tidak langsung untuk mengambil data pada ruang memori data Ketiga register pointer 16-bit ini disebut dengan register X ( gabungan R26 dan R27 ), register Y ( gabungan R28 dan R29 ), dan register Z ( gabungan R30 dan R31 ). Hampir semua instruksi AVR memiliki format 16-bit. Setiap alamat memori program terdiri dari instruksi 16-
bit atau 32-bit. Selain register serba guna di atas, terdapat register lain yang terpetakan dengan teknik memory mapped I/O selebar 64 byte. Beberapa register ini digunakan untuk fungsi khusus antara lain sebagai register control Timer/ Counter, Interupsi, ADC, USART, SPI, EEPROM, dan fungsi I/O lainnya. Register – register ini menempati memori pada alamat 0x20h – 0x5Fh.
Pin Map ATmega328


Datasheet ATmega328 dapat diunduh  ATMEGA328